Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, kronologi kejadian, penonton yang tidak memiliki tiket memaksa masuk stadion dan menjebol pintu gerbang (informasi menyebutkan bobotoh menjebol Gerbang U dan V Stadion GBLA). "Ada 8 pintu akses yg sudah tertutup dijebol pengunjung (bobotoh)," kata Kabid Humas Polda Jabar.
Akibat berdesak-desakan itu, sejumlah bobotoh terinjak-injak. Akibatnya, beberapa orang digotong keluar dari stadion dalam keadaan lemas. Namun saat tiba di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung, korban meninggal dunia.
"Sementara gambaran umum, penonton yang tidak mempunyai tiket memaksa masuk dan menjebol pintu. Saat bergerombol dan berdesakan tersebut, ada orang yang digotong oleh beberapa penonton lain keluar dari kerumunan dalam keadaan lemas. Setelah dilihat oleh petugas, kemudian diberikan pertolongan medis dan dibawa ke rumah sakit Sartika Asih. Namun setelah di rumah sakit yang bersangkutan (korban) meninggal dunia," tutur Kabid Humas.
Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, peristiwa ini diduga terjadi akibat kapasitas stadion hanya 15.000 orang, namun perkiraan jumlah bobotoh yang datang sekitar 40-45.000-an.
Sementara itu, General Coordinator Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Budi Bram Rachman belum memberikan konfirmasi terkait peristiwa dua bobotoh tewas di Stadion GBLA saat hendak menonton laga Persib melawan Persebaya di babak penyisik Grup C Piala Presiden 2022.
Pesan singkat yang dikirimkan iNews.id dan diterima nomor Whatsapp Budi Bram belum dijawab. Sedangkan sebelumnya Budi Bram mengatakan, jumlah tiket yang disiapkan tidak lebih dari 15.000 sesuai kapasitas Stadion GBLA. "Kami tidak akan mencetak lebih dari itu," ucap Budi Bram Rachman.