Untuk barang-barang yang masih bisa digunakan, ujar Mayjen TNI Agus Subiyanto, akan dibersihkan TNI, Polri, dan semua stakeholder terkait dalam memulihkan kondisi pascabencana banjir bandang. "Namun, bagi yang rusak parah nanti ada bantuan sebesar Rp50.000.000 dari pemerintah,” ujar Mayjen TNI Agus Subiyanto.
Pangdam Siliwangi menuturkan, Kodam III/Siliwangi telah mendirikan dan mengoperasikan dapur lapangan di tempat-tempat pengungsian. Selain itu, agar warga korban banjir bandang bisa tetap sehat, TNI akan memasang pipa air bersih dari mata air menuju rumah-rumah warga. Sehingga, masyarakat dapat menggunakan air bersih untuk memenuhi kebutuhan.
"Masyarakat harus mengerti penyebab banjir. Seperti, daerah resapan dan koservasi dibangun perumahan atau ditanami tanaman. Saat turun hujan dengan intensitas tinggi, air tidak menyerap.
“Akibatnya, air langsung mengalir ke sungai. Semula sungai cukup untuk menampung, namun karena air mengalir melebihi kapasitas, akibatnya banjir terjadi,” tutur Pangdam Siliwangi.
Selain meninjau kondisi warga terdampak dan kesiapan prajurit dalam membantu penanggulangan bencana, Mayjen TNI Agus Subiyanto juga memberikan bantuan sebanyak 500 paket sembako untuk warga di dua termpat pengungsian Kecamatan Sukawening dan Karangtengah.
Hadir pula dalam kegiatan itu, pejabat utama Kodam III/Siliwangi, Danrem 062/Taruma Negara (TN) Kolonel Inf Kosasih, Dandim 0611/Garut Letkol CZI Dr Deni Iskandar, Bupati Garut Rudy Gunawan, unsur Forkopimda Kabupaten Garut.