7 Pakaian Adat Jawa Barat, Cirikan Momentum dan Status Sosial

Asep Supiandi
Pakaian Adat Jawa Barat mencirikan kekhasan tersendiri. (Foto Istrimewa)

3. Bedahan

Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan mantan Wagub Jabar Dede serta pejabat Pemprov Jabar mengenakan pakaian adat bedahan. (FOTO: ISTIMEWA)

Untuk kelas menengah, mereka mengenakan bedahan, yakni pakaian adat Jawa Barat yang dikenakan oleh kaum pria. Kaum menengah itu umumnya berprofesi pedagang atau saudagar. Pakaian adat ini mirip jas namun tanpa kerah. Baju bedahan dilengkapi saku di dada kiri. Biasanya untuk meletakkan jam berantai emas. Ini yang membedakan status sosial penggunanya. Sedangkan wanita Sunda dari kelas menengah, mengenakan kebaya yang dilengkapi ornamen dari emas. Untuk aksesorisnya menggunakan selendang berwarna, ikat pinggang yang dinamakan beubeur, alas kaki berupa selop yang dinamakan kelom geulis, dan perhiasan berupa kalung, gelang, giwang  atau anting, dan cincin yang terbuat dari perak atau emas.

4. Menak

Pakaian adat menak Sunda. (FOTO: ISTIMEWA)

Pakaian adat Jawa Barat untuk kalangan menak adalah berbahan beludru. Menak merupakan sebutan bagi bangsawan Sunda. Untuk menunjukkan status sosial atau keturunan darah biru, para menak mengenakan jas yang disulam benang emas di bagian ujung lengan sehingga terkesan mewah. 

Jas menak biasanya dipadukan dengan celana panjang hitam yang di bagian bawahnya juga disulam benang emas. Sedangkan di bagian tengah pinggang dipadukan dengan sabuk berwarna emas, lilitan kain batik sampai atas lutut. Pria menak Sunda biasanya memadukan setelan dengan penutup kepala yang dihiasi ornamen dari emas. Sedangkan perempuan menak Sunda mengenakan kebaya dari bahan beludru hitam dengan bagian tengah disulam benang emas. 

Perempuan bangsawan Sunda biasanya memadukan pakaiannya dengan sanggul dan tusuk konde dari emas. Tak lupa mereka memasang bros dari emas di depan dada. Sedangkan bawahannya kain batik bermotif khas Sunda.

5. Mojang Jajaka

Pakaian adat mojang jajaka. (FOTO: ISTIMEWA)

Pakaian adat mojang jajaka atau gadis dan bujang, lebih simpel. Pakaian ini merupakan mode bagi muda-muda Sunda zaman dulu. Pakaian ini umumnya polos.  Untuk gadis, mereka mengenakan kebaya sederhana dengan warna-warna cerah yang dipadu kain batik khas Sunda. 
Biasanya, pakaian mojang dipadu dengan selendang atau karembong. Untuk mendukung penampilan, mojang Sunda biasanya melangkapi kebayanya dengan aksesoris cincin, kalung, bros, gelang, peniti rantai, dan perhiasan lain. Sedangkan untuk laki-laki berupa beskap atau jas tertutup sebagai atasan dan celana panjang sebagai bawahannya. Biasanya berwarna hitam atau dapat juga warna yang lain. Pemakaiannya disertai dengan penutup kepala atau bendo dan sendal selop sebagai alas kaki. Tidak lupa pula ditambah dengan aksesoris berupa jam dengan rantai.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

5 Alat Musik Tradisional di Jawa Barat, Nomor 3 Diakui Dunia

57 tahun lalu

10 Pakaian Adat Jawa Barat, Anggun dan Elegan

57 tahun lalu

Keren, Ribuan Ibu-ibu Pawai Kebaya Sepanjang 2 Km Meriahkan Hari Jadi Blora ke-274

57 tahun lalu

Nama Baju Adat Sunda, Ada yang Terinspirasi dari Putri Kerajaan Sunda

57 tahun lalu

Mengenal Adat Gagrak Ngayogyakarta, Busana Khas Kota Yogyakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal