Menurut Dikky, tingkat kerumitan operasi tersebut terutama pada pemisahan organ liver dan selaput jantung. Pasien mengalami dempet selaput jantung. Ketika dipisahkan sehingga punya lubang yang melindungi jantung.
Kemudian liver ada dua, tapi bersatu di bagian depan. Tim dokter perlu melakukan pemisahan sepanjang 12x8 cm agar masing masing memiliki liver. Pada liver tersebut, terdapat saluran empedu, pembuluh darah yang mesti dipisahkan.
Sementara itu, Dirut RSHS Jimmy Panelewen mengatakan, ada sekitar 90 personel yang terlibat dalam operasi tersebut. 30 di antaranya adalah tenaga dokter dari spesialis anestesi, spesialis bedah anak, spesialis bedak thorax, spesialis bedah plastik, spesialis anak, spesialis jiwa, spesialis rehabilitasi medik, radiologi, perawat, petugas farmasi, ahli gizi, dan banyak lagi.
"Kami atas nama RSHS turut berbela sungkawa sedalam dalamnya atas meninggalnya Bayu Hasan. Kami tim dokter telah berupaya maksimal, namun ternyata ada risiko yang tidak bisa kami hindari," kata Jimmy.
Diketahui, Rumah Sakit Dr Hasan Sadikin (RSHS) kembali melakukan operasi pemisahan kembar siam berusia 13 bulan, asal Kabupaten Subang, atas nama Hasan dan Husein, Senin (23/10/2023). Operasi ini adalah ke 12 yang dilakukan RSHS terhadap bayi kembar siam.