“Kesadaran untuk menanggulangi persoalan persampahan dari hal-hal mendasar harus kita tumbuhkan secara terus menerus. Konsisten, konsekuen dan masif. Kesadaran ini yang dapat melahirkan perilaku baru kita terhadap sampah,” katanya.
Gerakan KangPisMan merupakan kependekan dari kata Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan Sampah. Kurangi sampah berarti setiap warga memiliki kesadaran untuk menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa digunakan. Seperti kertas bekas, botol bekas yang sekiranya masih bisa digunakan ulang maka ditahan terlebih dahulu dan tidak dibuang.
Pisahkan sampah berarti warga memiliki kesadaran untuk memisah sampah saat membuangnya. Di negara yang sudah baik kesadaran pisah sampahnya, mereka memisahkan sampah ke dalam lima jenis bahkan lebih. Misalnya sampah organik, sampah kertas dan plastik, dan sampah residu di luar kedua kelompok yang pertama.
Sementara manfaatkan sampah bisa dilakukan misalnya mengolah kembali sisa makanan, daun dan ranting dengan biodigester, bata terawang, biopori, takakura, pipa komposter dan sejenisnya. Limbah ertas dan plastik dapat disalurkan melalui bank sampah induk yang dalam perencanaan akan dibuat satu unit di setiap kecamatan, ataupun melalui Program Sedekah Sampah. Sementara yang lainnya akan diangkut PD Kebersihan menuju TPA.
“Inisiatif gerakan KangPisMan ini bukanlah yang pertama, sebelumnya para aktivis lingkungan mengenalnya dengan gerakan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Bahkan di dalam skala model sejumlah kawasan di Kota Bandung telah berstatus kawasan bebas sampah yang pada prinsipnya menerapkan praktek KangPisMan ini,” jelasnya.
Mang Oded mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan program KangPisMan ini. Kepada segenap masyarakat, para tokoh-tokoh agama, pengurus tempat ibadah, RT, RW, kantor-kantor/gedung pemerintah dan swasta, komunitas, ormas untuk turut serta mendalami kepedulian bersama.
"Mari sukseskan dengan cara bergabung menjadi Balad Kang Pisman sebagai bentuk dukungan dan kepedulian menanggulangi masalah lingkungan bersama secara fundamental sehingga Bandung Beresih dapat diwujudkan,” tuturnya.