JAKARTA, iNews.id - Selepas puasa di Bulan Ramadan, Muslim juga disunahkan untuk menjalankan puasa sunah Syawal. Puasa ini dijalankan enam hari secara berurutan di hari pertama Syawal. Namun, sebagian ulama membolehkan dilakukan tidak berurutan atau di akhir Bulan Syawal.
Berikut niat untuk puasa sunnah di bulan Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatis Syawwaali lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawwal esok hari karena Allah SWT.”
Puasa Syawal hukumnya sunah. Karena itu, berbeda dengan puasa wajib di Bulan Ramadan yang mengharuskan niat pada malam hari atau saat makan sahur. Niat puasa sunah Syawal ini boleh dilakukan di siang hari selama belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan.
Berikut ini lafalnya :
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma haadzal yaumi ‘an adaa’i sunnatis Syawwaali lillaahi ta‘aalaa.