Akibat guyuran hujan, tanah menjadi lapuk sehingga labil dan tidak kuat menahan bebatuan di atas bukit. Akhirnya bebatuan tersebut tergelincir menuruni lereng dan jatuh di badan jalan milik PT Indonesia Power POMU Saguling.
Akses jalan itu merupakan jalur utama bagi warga dari Kecamatan Cipongkor ke Kecamatan Cipatat, KBB, atau sebaliknya. "Korban jiwa tidak ada, hanya satu unit mobil rusak karena tertimpa batu yang menggelinding. Selain itu setengah hektare kebun pisang milik warga hancur dan akses jalan sempat tidak bisa dilalui karena terhalang bebatuan," ujar Tatang.
Petugas BPBD KBB datang ke lokasi kejadian bersama warga dan aparat kewilayahan langsung melakukan evakuasi, menyingkirkan material batu yang menutupi jalan. "Saat ini situasi dan kondisi di tempat kejadian sudah bisa diatasi, dan kendaraan kembali dapat melintas," tutur dia.
Sementara itu, Yogi Herlangga (29), pemilik mobil Toyota Vios B 1759 OY yang rusak akibat tertimpa batu, mengatakan, kendaraannya rusak karena tertimpa batu besar berdiameter sekitar 2 meter.
Belasan bongkahan batu dengan diameter antara 1-2 meter berjatuhan dari atas bukit dan menutup badan jalan. "Mobil saya kena tertimpa batu di bagian belakang. Saat itu saya bersama bapak mau nengok kebun," kata Yogi Herlambang.
Saat itu mobilnya sudah dalam kondisi terparkir di pinggir jalan. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan dari atas tebing bukit terlihat batu-batu besar longsor.
Yogi Herlambang tidak sempat memindahkan mobil karena kejadiannya sangat cepat. "Batunya besar-besar, bahkan yang menimpa mobil saya digeserkan oleh 10 orang gak bisa keangkat," ujar dia.