Nestapa Buruh Pengolah Batu Kapur di KBB, Cemas Kehilangan Pekerjaan Imbas Penutupan Tambang

Adi Haryanto
Buruh batu kapur di KBB yang terancam menganggur akibat penutupan tambang batu kapur di Padalarang dan Cipatat. (Foto: MPI/Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Pekerja pengolahan batu kapur di wilayah Cipatat dan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini dihantui rasa cemas. Sebab sumber nafkah utama mereka terancam hilang akibat kebijakan penutupan tambang batu kapur ilegal oleh pemerintah.

Mayoritas buruh yang bekerja di sektor ini hanya berbekal pendidikan dasar. Mereka mengandalkan penghasilan harian untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

"Ini satu-satunya pekerjaan saya, kalau berhenti, ditutup, saya gak ada penghasilan, anak istri mau makan apa," ujar Suhendar (50) warga Kampung Cihalimun, Cipatat, Sabtu (28/6/2025).

Dia mengaku telah bekerja selama 11 tahun mengolah batu kapur dan rela berjalan kaki sejauh 1,5 jam untuk sampai ke lokasi kerja di Gunung Cihalimun, Bojong Honje dan Pumarin.

Pabrik tempatnya bekerja, CV SLJP kini kesulitan bahan baku akibat penutupan tambang, membuat operasional nyaris berhenti total.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Krisis Lingkungan di Jambi, Komisi XII DPR Panggil KBPC Group dan Perusahaan Tambang Lain

57 tahun lalu

Akses Masuk Tambang Pasir Ilegal di Argasunya Cirebon Dibongkar Paksa Sekelompok Warga

57 tahun lalu

Polri Segera Umumkan Hasil Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Tambang Nikel di Raja Ampat

57 tahun lalu

KKP Sidak Tambang Pasir di Pulau Citlim Kepulauan Riau, Ekosistem Rusak Parah

57 tahun lalu

Cegah Longsor Maut, Polisi Segel Tambang Galian C Ilegal di Beber Cirebon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal