BANDUNG BARAT, iNews.id - Pekerja pengolahan batu kapur di wilayah Cipatat dan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini dihantui rasa cemas. Sebab sumber nafkah utama mereka terancam hilang akibat kebijakan penutupan tambang batu kapur ilegal oleh pemerintah.
Mayoritas buruh yang bekerja di sektor ini hanya berbekal pendidikan dasar. Mereka mengandalkan penghasilan harian untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
"Ini satu-satunya pekerjaan saya, kalau berhenti, ditutup, saya gak ada penghasilan, anak istri mau makan apa," ujar Suhendar (50) warga Kampung Cihalimun, Cipatat, Sabtu (28/6/2025).
Dia mengaku telah bekerja selama 11 tahun mengolah batu kapur dan rela berjalan kaki sejauh 1,5 jam untuk sampai ke lokasi kerja di Gunung Cihalimun, Bojong Honje dan Pumarin.
Pabrik tempatnya bekerja, CV SLJP kini kesulitan bahan baku akibat penutupan tambang, membuat operasional nyaris berhenti total.