"Dulu waktu masih banyak limbah, cuaca panas bisa berdampak besar, terhadap kematian ikan. Semoga saja cuaca bisa tetap stabil agar usaha budi daya KJA di Saguling bisa tetap berjalan," ujarnya.
Menurutnya, berbeda pada saat musim hujan yang disertai angin kencang. Kondisi cuaca yang dingin dan minimnya sinar matahari bisa membuat bibit-bibit ikan milik para petani KJA mati.
"Tahun lalu, puluhan ton ikan di perairan waduk Saguling mengalami mati mendadak karena cuaca hujan terus menerus yang membuat petambak ikan rugi," ucapnya.