Muara Sungai Sukawayana Sukabumi, Tempat Tradisi Ngabungbang 14 Mulud

Ilham Nugraha
Tradisi Ngabungbang digelar di Muara Sungai Sukawayana, Cikakak Sukabumi. (FOTO: Ilham Nugraha)

SUKABUMI, iNews.id - Warga Kabupaten Sukabumi rutin menggelar Ngabungbang dilaksanakan di muara Sungai Sukawayana, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi setiap tahun pada Bulan Mulud atau awal Rabiul Awal. Ngabungbang menjadi tradisi tak terpisahkan dari budaya masyarakat Sukabumi.

Ngabungbang merupakan istilah ritual pembersihan diri yang dilakukan pada tengah malam, sekitar pukul 00.00 WIB. Tradisi ini memiliki makna mendalam bagi mereka yang menjalankannya.

"Ngabungbang sudah menjadi tradisi karuhun (leluhur) kami, orang tua kami dulu. Setelah melaksanakan Maulid Nabi, kami selalu berangkat ke Sukawayana untuk melaksanakan acara Ngabungbang, di sini intinya pembersih diri untuk melakukan ibadah kepada Allah," kata Ketua Padepokan Sabandar Karimadi Palabuhanratu Yusriana, Minggu (1/10/2023).

Yusriana menyatakan, Sungai Sukawayana dipilih sebagai tempat tradisi ini, mengingat sudah dilakukan turun temurun dari leluhurnya. Bahkan, tidak hanya warga sekitar, melainkan luar Sukabumi pun kerap berdatangan.

"Sebetulnya tidak harus Sukawayana, bebersih (membersihkan diri) bisa di mana. Tapi orang tua kami itu dulu biasanya melakukan acara Ngabumbang di Sukawayana. Jadi, sebagai generasi, kami dibiasakan untuk bebersih di sana (Sungai Sukawayana)," ujar dia.

Pantauan di lapangan, puluhan orang dari berbagai kalangan berdatangan ke muara Sungai Sukawayana. Mereka datang pada tanggal 14 hingga 17 Mulud untuk melakukan tradisi Ngabungbang.

Selain Padepokan Sabandar Karimadi Palabuhanratu, pada Jumat (29/9/2023) banyak masyarakat dari berbagai daerah berdatangan. Bahkan dari Kabupaten Cirebon pun sengaja datang untuk melakukan tradisi Ngabungbang tersebut.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sukabumi Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, PLN Pastikan Tak Ada Travo Listrik Rusak

57 tahun lalu

Gempa Bumi Guncang Sukabumi, BMKG: Akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia

57 tahun lalu

BMKG Ungkap Gempa Sukabumi M 5,4 Dipicu Deformasi Lempeng Indo-Australia

57 tahun lalu

Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sukabumi Berang Tidak Ada Siswa SMA yang Hadir

57 tahun lalu

Warga Panik saat Gempa Bumi Magnitudo 5,4 Guncang Sukabumi, BPBD Pantau Dampak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal