"Tidak hanya itu, aplikasi juga bisa mendeteksi levelnya, tinggi, sedang, atau rendah. Kalau misalnya tinggi, di situ ada panduannya, apa yang harus dilakukan sebelum, ketika, dan setelah bencana menimpa kita. Tidak hanya peringatan, tapi juga paket komplit tentang panduannya," tutur Dani.
Aplikasi lainnya untuk masyarakat di DAS Citarum, tambah Dani, yakni aplikasi Info BMKG. "Itu kalau dibuka, lalu cari nama provinsi, nama kabupaten, nama kecamatan, di situ perkiraan cuaca mulai dari hujan, angin, kelembapan udara, atau tinggi gelombang, ada sampai enam hari ke depan, per tiga jam. Tingkat akurasinya 90 persen," sebutnya.
Menurut Dani, kedua aplikasi tersebut penting digunakan warga, khususnya warga DAS Citarum. Dengan dua aplikasi tersebut, warga dapat melakukan langkah antisipasi sebelum bencana datang.
"Di Citarum sekarang ada juga komunitas, seperti di Baleendah ada namanya Jaga Bale. Itu mereka membentuk WA grup dan men-share telemetri (ketinggian air di hulu). Kalau misalnya sudah naik, kira-kira satu jam berikutnya ada kenaikan berapa itu sudah bisa diperkirakan," ujar Kepala BPBD Jabar.
"Sampai ke hilir Bekasi juga ada komunitas-komunitas relawan yang menyediakan informasi tersebut melalui WA grup. Nanti masyarakat bisa menyebarluaskannya dengan kentongan, speaker mesjid, dan lainnya," ucap Dani.