Mengulik Sejarah Perahu Kuno dari Abad ke-17 di Tirtamaya Indramayu

Andrian Supendi
Perahu kuno dari abad ke-17 yang disimpan di objek wisata Pantai Tirtamaya, Indramayu. (FOTO: ANDRIAN SUPENDI)

Kamira menyatakan, perahu kuno yang saat ini menjadi cagar budaya di Kabupaten Indramayu itu berbahan dasar kayu trembesi dan beberapa bagian terbuat dari besi.

Berdasarkan struktur dan konstruksinya, ujar Kamira, perahu tersebut tergolong ke dalam tipe lokal yang sudah dikenal luas oleh masyarakat setempat. 

Dia menyebut, bahwa penggunaan galaran menjadi indikasi bahwa perahu tersebut merupakan jenis perahu angkutan, bukan perahu nelayan.

"Karena di lingkungan pesisir Indramayu perahu nelayan tidak memakai galaran, melainkan hanya memakai satu lapis papan saja," ujar Kamira.

Dapat dikatakan, tutur Kamira, perahu kuno ini bukan perahu tradisional Asia Tenggara. Namun dilihat dari struktur, konstruksi, dan cara pengerjaannya, perahu kuno itu memiliki ciri paduan antara tradisi Asia Tenggara dan China.

"Salah satunya terlihat dalam penggunaan paku besi sebagai penyambung papan dengan gading-gading. Paduan tradisi ini dikenal dengan sebutan tradisi Laut Cina Selatan," tutur dia.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Usai Bermalam di Indramayu, 32 Biksu Thailand Kembali Jalan Kaki ke Candi Borobudur 

57 tahun lalu

Puluhan Biksu Jalan Kaki Tiba di Indramayu, Warga Berebut Foto Bersama

57 tahun lalu

32 Biksu Jalan Kaki dari Thailand ke Candi Borobudur Sudah Sampai Indramayu

57 tahun lalu

Targetkan Dua Digit Kursi Legislatif, DPD Partai Perindo Indramayu Daftarkan 50 Bacaleg

57 tahun lalu

DPD Partai Perindo Indramayu Daftarkan 50 Bacaleg, Target Raih 2 Digit Kursi Legislatif 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal