KARAWANG, iNews.id - Menyebut nama Dusun Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, bagi sebagian besar warga Karawang mengenalnya sebagai Kampung Begal. Sudah lebih satu dekade kampung ini menjadi langganan polisi untuk menangkap pelaku begal.
Dusun Cilempung, diketahui menjadi salah satu pusat transaksi motor bodong di Karawang. Motor-motor hasil curian di Karawang dan sekitarnya 'disimpan' di Dusun Cilempung untuk kemudian dijual. Dusun Cilempung semakin terkenal sebagai tempat transaksi motor hasil curian hingga kemudian masyarakat menyebutnya sebagai Kampung Begal. Padahal jauh sebelumnya Desa Pasirjaya dikenal sebagai Kampung Santri.
Stigma Kampung Begal di Dusun Cilempung sudah lama mengusik warga Desa Pasirjaya. Soalnya Dusun Cilempung menjadi salah satu bagian dari Desa Pasirjaya yang terdiri beberapa dusun. Upaya untuk mengubah stigma kampung begal sudah sering dilakukan tokoh masyarakat dan ulama setempat. Kalangan ulama disana menjadi garda terdepan merubah stigma kampung begal.
"Sedih dengan cap kampung begal di desa kami ini. Makanya kami sedang berupaya mengubah citra begal yang melekat dalam kampung kami. Bulan Ramadhan sekarang kami makin gencar mengajak warga desa, terutama anak-anak muda untuk meramaikan masjid atau musala-musala," kata salah seorang tokoh agama di Desa Pasirjaya, H.Ismail, Selasa (5/4/2022).
Menurut Ismail, Desa Pasirjaya jauh sebelumnya dikenal sebagai kampung santri. Masyarakatnya menjalani kehidupan dengan penuh religius. Belasan pesantren, masjid dan musala berdiri sejak lama di setiap dusun yang ada. Selain Dusun Cilempung, ada Dusun Tanjungbaru dan Dusun Ceah.
"Setiap dusun ada pesantren, masjid dan musala. Lantunan ayat suci setiap malam selalu terdengar ketika itu. Namun sekarang itu sudah jarang terjadi, karena masjid atau musala sepi jemaah," katanya.
Ismail mengatakan, Desa Pasirjaya sempat disegani dengan kampung santrinya. Pesantren yang ada di desa penuh oleh siswa dari luar kota. Kemudian masjid atau musala selalu ramai dipenuhi jemaah. Namun perubahan masyarakat mulai terjadi ketika banyak pendatang yang menetap dan tinggal di Desa Pasirjaya.
"Banyak pendatang di desa kami karena menikah dengan orang desa kami atau punya usaha di sini. Dari situ mulai terjadi perubahan drastis di desa kami," katanya.
Perubahan yang terjadi di Desa Pasirjaya, bukan bertambah baik. Namun Desa Pasirjaya, salah satunya Dusun Cilempung mulai dikenal sebagai kampung begal. Sepeda motor hasil curian disimpan dan dijual di Cilempung.
"Polisi sering datang ke desa kami. Sekarang kami bertekad akan merubah cap kampung begal menjadi kampung santri kembali," katanya.