Saat di Bengkulu ini lah awal mula keretakan rumah tangga Inggit dan Soekarno. Soekarno jatuh hati kepada Fatmawati dan berniat memperistrinya.
Meskipun resmi bercerai pada 1943 atau dua tahun sebelum Indonesia merdeka, Inggit tetap menyimpan perasaan cinta kepada Soekarno.
Begitu juga Soekarno, masih menyimpan rasa cinta yang sama kepada Inggit. "Aku kembali ke Bandung dan kepada cintaku yang sesungguhnya," tulis Soekarno.
Hingga akhir hayatnya, Inggit tak pernah melepas cintanya kepada Bung Karno. Di usianya yang telah sangat senja 85 tahun, Inggit datang melayat saat Sang Proklamator wafat pada 21 Juni 1970. Air mata membasahi pipi Inggit.
Inggit Garnasih meninggal dunia pada 13 April 1984 atau berumur 96 tahun di Kota Bandung. Selama menikah dengan Soekarno, Inggit tidak memiliki anak kandung.