Sebelumnya, Ridwan Kamil menyatakan, penyelesaian megaproyek Tol Getaci molor hingga 2029 dari yang awalnya 2024. Namun, molornya pembangunan Tol Getaci sebagai hal wajar.
Menurutnya, dalam setiap pembangunan, termasuk pembangunan jalan tol dipastikan ada kendala, salah satunya kontur tanah yang labil. Kondisi kontur tanah yang labil tersebut tentunya menjadi pertimbangan pemerintah pusat sehingga pembangunan jalan tol membutuhkan waktu yang panjang.
"Kondisi tanah Priangan Jabar itu labil, itu kenapa Walini gak jadi ada (jadi dibangun) stasiun (Kereta Cepat Jakarta-Bandung). Itulah kenapa (Tol) Cisumdawu longsor tiga kali (karena kontur tanah labil," ujar Kang Emil.
Dengan kondisi tersebut, tutur Gubernur Jabar, wajar jika pemerintah pusat menargetkan Tol Getaci baru selesai pada 2029. Meski begitu, pembangunan Tol Getaci tetap berproses karena dilaksanakan secara bertahap.
"Kalau full-nya memang masih panjang, tapi tahap satunya kan bisa lebih cepat. Selain masalah tanah, dalam membangun jalan tol, satu paling lama tuh pembebasan, itu dinamika. Gak bisa diukur, suruh satu tahun bisa beres," tutur Gubernur Jabar.