Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto mengatakan ketegangan dua kelompok massa ini akibat adanya info hoax yang beredar di grup. Info tersebut mengatakan rumah salah satu pendukung Kades nomor dua dirusak.
“Padahal fakta di lapangan tidak demikian. Akibatnya massa pendukung masing-masing calon bersiaga dan keluar rumah untuk berjaga-jaga,” katanya, Senin (28/10/2019) malam.
Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Jeramas, Kecamatan Klanengan, Kabupaten Cirebon menampilkan dua calon yakni Sarmadi dan Kemas. Suara terbanyak diperoleh Kemas dengan selisih 700 suara dalam pilkades serentak pekan lalu.
Kekalahan yang diterima Sarmandi kabarnya mengecewakan pendukungnya. Selain itu beredar informasi hoax yang mengatakan adanya pembakaran posko salah satu calon pendukung kepala desa yang dilakukan oleh kubu lawan.
Massa termakan isu dan terjadi kesalahpahaman. Mereka sempat keluar rumah dan berusaha saling serang di sejumlah titik. Beruntung, petugas patroli pilkades tiba di lokasi dengan cepat hingga bentrokan dua kelompok ini pun bisa dicegah.
Hingga saat ini, petugas bersenjata lengkap masih disiagakan di lokasi guna mengatisipasi terjadinya bentrokan.