Gagah menuturkan, tidak hanya bagi Habib Rizieq dan FPI, seluruh elemen masyarakat, khususnya ormas-ormas keagamaan lainnya, juga diminta menghentikan kegiatan serupa.
"Kami menolak keras ormas dan kelompok masyarakat, khususnya yang mengatasnamakan identitas agama, melanggar protokol kesehatan dan yang berpotensi memecah belah bangsa," tutur Gagah.
AKAM Jabar, kata dia, menuntut pemerintah daerah, termasuk aparat keamanan TNI dan Polri agar bertindak lebih tegas melarang berbagai kegiatan-kegiatan yang melanggar protokol kesehatan dan berpotensi memecah belah bangsa.
"Kami mendukung penuh pemerintah daerah dan aparat keamanan. Pemerintah daerah dan aparat keamanan harus lebih tegas. Jika tidak, sudah seharusnya diberi sanksi," ujar dia.
Sementara itu, di depan Balai Kota Bandung, aksi serupa dilakukan oleh Front Pembela Bangsa (FPB). Mereka menyatakan, menolak keras kedatangan Habib Rizieq di Jawa Barat.