BANDUNG, iNews.id - Bukan rahasia umum jika kesenjangan ekonomi antara desa dan kota masih terjadi di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah dukungan infrastruktur yang kurang memadai, sehingga aksesibilitas ke perdesaan masih sulit.
Apalagi, Indonesia merupakan negara maritim dengan jumlah desa ribuan, tersebar hingga pelosok negeri. Tak sedikit warga di suatu desa kesulitan mendapat sembako dengan harga terjangkau. Akibatnya, ekonomi pincang antara satu desa dengan desa lainnya.
Kondisi itulah yang membuat seorang pria asal Banyuwangi, Jawa Timur, Wilson Yanaprasetya, membuat inovasi aplikasi Dagangan. Sebuah aplikasi yang menjual kebutuhan sembako yang lebih banyak dikhususkan bagi warganya perdesaan.
Di awal 2019 lalu, Wilson bersama tiga orang temannya membangun dan merintis aplikasi Dagangan ini. Dia yang juga lulusan Computer Engineering dari Universitas British Columbia, Kanada, memilih pulang kampung merintis bisnis ini.
"Saya dulu tinggal di kampung, jadi sudah tahu bagaimana sulitnya mendapat barang dengan harga yang relatif sama dengan di perkotaan. Ini yang menjadi trigger bagi saya membangun bisnis ini," kata pria berusia 36 tahun itu.