"Jadi unit ini prototipe. Harapannya setelah ini kami akan diskusi dengan tim dokter. Jika improve akan diperbaiki, selanjutnya sudah fix akan produksi massal," ucap dia.
Karya itu dikerjakan oleh 12 mahasiswa Fakultas Teknik Mesin ITB dari lintas angkatan. Selain itu, mereka juga memberdayakan UMKM yang berada di Jalan Bogor.
Dikesempatan yang sama, Adhi Nugraha menyebut alat itu membantu tenaga medis dalam menangani pasien corona. Berdasarkan WHO, penyebaran virus corona melalui aerosol dan droplet.
"Sangat membantu tenaga medis akan terlindungi baik droplet dan aerosol. Jadi tidak ada hubungan langsung dengan pasien," kata Adhi.
Menurut dia, jika tenaga medis menggunakan alat pelindung diri (APD) akan panas seperti memakai jas hujan. Dengan donasi alat itu, tenaga medis sangat terbantu.
"Rencana insya Allah kita akan sempurnakan. bila sudah sempurna bisa disebarkan seluruh rumah sakit rujukan pasien dan seluruh laboratorium yang memeriksa swab di Indonesia," kata dia.
Selain itu, mahasiswa mahasiswa Fakultas Teknik Mesin ITB juga sedang mengembangkan ventilator dengan harga murah. Sebab ventilator yang biasa dipesan rumah sakit seharga Rp600 juta hingga Rp800 juta.