Berdasarkan perhitungan tim, ujar Rusdianto, pembangunan pembangkit listrik ini juga menguntungkan secara ekonomi. Selain itu, ini adalah bentuk edukasi energi baru terbarukan kepada masyarakat karena pembangkit listrik tenaga gelombang masih kalah beken dengan jenis energi terbarukan lainnya.
Untuk mendesain pembangkit listri terbarukan itu, tim melakukan persiapan sejak pertengahan bulan Maret dan kegiatan puncaknya berlangsung pada 26-27 Mei lalu. Lebih dari 200 tim dari 9 negara berbeda dipertemukan dan saling unjuk gigi atas inovasi yang telah dicetuskan.
Keberhasilan Tim Kaisar Planow tidak lepas dari dukungan dan bimbingan Ir Entin Agustini Karjadi MCE PhD, Ir Ahmad Mukhlis Firdaus ST MT DPhill dan Ridwan Sutriadi ST MT PhD.
“Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa Cirebon merupakan kawasan ekonomi khusus yang berada di daerah Segitiga Rebana, mencakup Subang, Majalengka, Indramayu, Cirebon, dan Sumedang,” ujar Rusdianto.
Kawasan Teluk Mundu, Cirebon, tutur Rusdianto, ditargetkan dapat melejitkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat sebesar 10,91 persen di tahun 2023. Teluk Mundu menjadi lokasi studi kasus desain pertahanan pantai yang mengacu pada konsep Rencana Pengelolaan Garis Pantai atau Shoreline Management Plan (SMP).
“Berdasarkan analisis perubahan penggunaan lahan, Teluk Mundu akan dirombak menjadi kawasan industri. Di sisi lain, Teluk Mundu juga memiliki ancaman abrasi, erosi, serta banjir. Alih fungsi menjadi kawasan industri tersebut harus mempertimbanglan risiko bencana yang dapat terjadi,” tuturnya.
Sementara itu, Ayubella, anggota tim mengatakan, Teluk Mundu akan menjadi daerah krusial yang diutamakan pengembangannya dan menjadi jantung perekonomian di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dan Indonesia.