Dia menjelaskan, awal keberangkatan Aaz ke Mesir lewat seleksi yang dilakukan Kedubes Mesir. Untuk kebutuhan belajar, dia kerap mendapat beasiswa dari kampusnya itu.
"Nggak ada dukungan pemerintah mah, beasiswa langsung dari al-Azhar. Seleksi pun (seleksi S1) langsung di Kedubes Mesir," kata dia.
Sementara, dikutip dari Kemlu.go.id, putra pasangan almarhum KH. Sirojudin Abbas dan Hj. Romlah itu menulis tesis dengan judul 'Penyebaran Islam dan Pengaruhnya di Pulau Jawa 802-987 H/1400-1579 M.'
Aaz menjalani Munaqosah dengan majelis sidang terdiri dari Prof. Dr. Mohamed Jabr Abou Sa'dah (Pembimbing Utama), Guru Besar Sejarah Islam Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Mohamed Mohamed Abdul Qadir Al Khateb (Pembimbing Pendamping), Guru Besar Sejarah Islam, Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Mahmoud As Sayed As Syirbinie (Penguji Dalam), Guru Besar Sejarah Islam, Universitas Al-Azhar, dan Prof. Dr. Abdul Fattah Abdul Aziz Ruslam (Penguji Luar), dan Guru Besar Sejarah Islam, Universitas Al-Azhar Banin Itay Al Barud.