Unjuk rasa mahasiswa sempat terjeda salat Ashar. Setelah salat selesai, mahasiswa kembali melanjutkan aksi mereka. Mahasiswa menolak undangan audensi di dalam aula Setda Ciamis karena dinilai rentan menyebarkan virus Covid-19.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya beserta jajaran akhirnya mengikuti saran mahasiswa dan berdiskusi di depan Pendopo Ciamis. Dalam audensi, aliansi mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi.
Di antaranya, mendesak pemerintah membenahi pengelolaan sampah dan limbah medis; menuntut terbitnya peraturan bupati terkait pengurangan sampah plastik kepada pelaku usaha; menuntut pengelolaan bank sampah seadil-adilnya; transparansi kajian konservasi Gunung Sawal; dan menekan laju alih fungsi lahan pertanian dan ruang terbuka hijau.
Bupati Ciamis pun menandatangani aspirasi mahasiswa dan berjanji akan memberi jawaban dalam satu pekan ke depan. Saat akan diwawancara, Bupati Ciamis enggan memberikan keterangan kepada pada wartawan.
"Saya mengapresiasi positif aksi peduli lingkungan yang digelar aliansi tanpa nama itu. Terkait penanganan sampah, Ciamis sudah memiliki ratusan bank sampah yang tersebar di tiap desa yang diharapkan bisa mengurangi sampah plastik dan menjadikannya penghasilan tambahan bagi masyarakat," kata Herdiat.