Selain mendapat 14 jahitan, ia sempat menjalani rawat inap di rumah sakit daerah tersebut untuk memastikan kondisi lukanya. "Karena lukanya cukup dalam, Risa harus dioperasi dengan 14 jahitan. Alhamdulillah selama dua hari dirawat, sekarang Risa sudah pulang ke rumah," ujar Dewi Ratnasari.
Sementara itu, Camat Banyuresmi Eti Nurul Hayati mengatakan, benar terjadi petaka benang layangan yang memakan korban. Guna mencegah kejadian serupa terulang, masyarakat diimbau untuk tidak bermain layangan di sekitar jalan karena bisa membahayakan orang lain.
"Alangkah baiknya bermain di lapangan. Selain aman untuk diri sendiri, aman juga untuk orang lain. Benang yang melintang di tengah jalan sangat berbahaya," kata Eti Nurul Hayati.
Sebelum musim layangan ramai beberapa waktu lalu, Eti Nurul Hayati kerap mengingatkan warga agar tidak bermain layangan di jalan yang sering dilalui kendaraan.
Benang layangan yang tipis dapat melukai bahkan merobek bagian kulit jika terkena dan bergesekan langsung. Terlebih gesekan dengan benang layangan bisa cukup keras dan tajam jika kendaraan dipacu dalam kecepatan tertentu.
"Tali layangan sangat berbahaya apabila menyentuh manusia terutama jika terkena leher. Tentunya mengakibatkan luka yang parah dan perlu pengobatan intensif," tutur Camat Banyuresmi.