Sangkuriang yang kesal dengan tindakan ibunya, langsung pergi dari rumah untuk mengembara tanpa tujuan yang jelas. Dia tak menyangka, ibunya lebih sayang kepada Si Tumang dibandingkan dia.
Dayang Sumbi yang menyesal atas tindakannya, kemudian meminta maaf kepada para dewa. Para dewa mendengar doanya dan mengaruniakan kecantikan yang abadi kepada Dayang Sumbi.
Setelah beberapa tahun, Sangkuriang dan Dayang Sumbi pun bertemu kembali. Mereka saling tidak menyadari bahwa mereka memiliki hubungan dekat, yakni hubungan ibu dengan anak.
Keduanya saling bertemu dan saling mengagumi satu sama lain, kemudian tumbuh benih cinta di antara keduanya karena rasa jatuh cinta yang sudah terlanjur mendalam di antara keduanya, mereka merencanakan untuk melakukan pernikahan.
Saat hendak berburu, Dayang Sumbi membantu memasangkan ikat kepala pada Sangkuriang. Kemudian, dia melihat bekas luka yang ada di kepala tersebut.