“Kerugian sementara ditaksir sekitar Rp75 juta berupa bangunan dan barang-barang isi rumah ludes terbakar. Seperti kursi, lemari, peralatan dapur, surat-surat pribadi, dan juga uang,” kata Anita kepada wartawan.
Anita mengimbau kepada seluruh warga agar berhati-hati ketika akan meninggalkan rumah, periksa kembali alat-alat listrik, kompor atau tungku dipastikan sudah padam.
“Intensitas kebakaran yang sering dalam satu bulan ini, dominan berasal dari kelalaian manusia atau human error dibandingkan penyebab lain. Untuk itu kami terus manghimbau agar warga selalu berhati-hati apalagi sekarang sudah masuk musim panas,” ujar Anita.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa nyaris sama terjadi di Kampung Rancaoray RT 03/10, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Senin (9/8/2021). Api melumat satu rumah warga. Peristiwa ini warga panik, mereka berteriak ketakutan api merembet rumah di sekelilingnya.
Kades Kertaangsana Ence Ruswandi mengatakan, awal mula kejadian kebakaran tersebut berasal dari hawu (tungku) api yang biasa dipakai untuk memasak dengan kayu bakar.
"Karena sekarang musim panas yang kebetulan angin juga kencang, jadi tungku tersebut ditinggalkan oleh pemiliknya karena ada keperluan," kata Ence kepada wartawan.