"Kita harus menjadi salah satu yang pertama tahu tentang update kereta cepat dan mampu memberikan informasi kepada publik," kata Reini yang merupakan rektor perempuan pertama di ITB tersebut.
Prof Reini mengatakan, dalam pembangunan sebuah megaproyek, yang seringkali mencuat adalah masalah nonteknis daripada masalah teknis. Rektor ITB menyambut baik ajakan PT KCIC yang memberikan kesempatan kepada ITB untuk terlibat lebih jauh dalam megaproyek tersebut.
Seperti diketahui, akan ada empat stasiun di proyek KCJB ini, yaitu, Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar. Stasiun yang disebut terahir juga berfungsi sebagai depo. Nilai proyek KCJB adalah 6.071 miliar Dolar AS yang merupakan patungan antara konsorsium China dan Indonesia.