Sementara itu, korban Yoga menuturkan kronologi kejadian yang nyaris merenggut nyawanya itu. Yoga mengatakan, sebelum kejadian, dia bersama temannya hendak pulang setelah mengunjungi angkringan di depan Kampus Unpad.
Baru melaju sekitar 20-30 dari angkringan, korban Yoga dan temannya dihadang oleh pelaku yang mengendarai motor N-Max dan Beat warna hitam. Entah apa sebabnya, salah seorang pelaku tiba-tiba sudah menodongkan pistol ke arah Yoga.
Yoga kemudian berhenti dan bertanya ke pelaku, ada apa. Bukannya dijawab, pelaku malah memukul kepala korban memakai gagang senjata tersebut.
"Pelaku empat orang. Mereka menghampiri dan menodongkan pistol ke wajah saya. Pelaku juga memukul kepala saya menggunakan pistol itu sehingga kepala saya berdarah," kata Yoga, Selasa (25/8/2020).
Selain menodongkan pistol, pelaku juga menyandera teman Yoga. Spontan Yoga berusaha menolong temannya. "Teman saya disandera dan juga ditodong pistol di bagian kening. Kemudian, saya menolong teman saya," ujarnya.
Yoga juga mengaku sempat memegang tangan pelaku yang akan menembak temannya. Namun, pelaku lain menembakkan senjata ke arah wajahnya.
"Jarak tembakannya kurang dari 5 sentimeter (cm) dari wajah saya. Tembakan terdengar tiga kali dan pelaku juga menembak bagian punggung dan kaki saya," tutur Yoga.