Perlintasan kereta itu memang tanpa palang pintu. Namun, ada penjaga sukarelawan yang biasanya mengingatkan para pengendara agar tidak lewat saat kereta akan melintas. Sebelum kecelakaan itu, penjaga juga langsung menutup perlintasan seadanya dan meminta pengendara minibus Terios agar tidak lewat.
“Penjaga telah mengingatkan agar mobil berhenti, tapi kendaraan tetap menerobos lewat. Mesin mobil mati mendadak di tengah rel kereta dan akhirnya ditabrak kereta,” ujarnya.
Akibat kecelakaan tersebut, seluruh penumpang yang berada di dalam mobil tewas di tempat. Dari tujuh korban, salah satunya ibu yang sedang hamil enam bulan. Kondisi para korban mengenaskan akibat benturan keras. Mobil pun ringsek tak berbentuk.
“Ada tujuh orang yang meninggal dunia ditambah satu janin bayi,” katanya.
Salah seorang warga yang melihat kecelakaan itu, Udin Jaenudin mengatakan, penjaga sudah menutup perlintasan kereta. Namun, mobil tetap menyerobot.
“Mobil menyerobot walaupun sudah ditutup dan diingatkan petugas. Akhirnya mobil terjebak di tengah-tengah dan ditabrak kereta dari arah Jakarta ke Surabaya. Semuanya meninggal dunia, ada tujuh orang,” kata Udin.