Tak lama setelah itu, Soleh datang ke rumah Mita untuk memasangkan tabung pengganti. Namun, saat kompor gas dinyalakan, tiba-tiba terdengar ledakan keras disertai semburan api besar yang langsung membakar tiga penghuni rumah.
“Ketika kompor gas dinyalakan, terjadi lah ledakan yang mengakibatkan kerusakan rumah dan korban luka bakar,” ucapnya.
Empat orang menjadi korban dalam ledakan tabung gas elpiji tersebut. Mereka adalah Ade (47) pemilik rumah, Mita (45) istrinya, Serli (17) anak mereka, serta Soleh (28) penjual gas yang saat itu membantu memasangkan tabung.
“Korban Ade mengalami luka bakar 80 persen, Mita juga 80 persen, Serli 90 persen, dan Soleh 60 persen,” ujar Kompol Sumartono.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung bersama Polsek Kiaracondong langsung tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Polisi memasang garis polisi dan memeriksa sisa tabung gas yang meledak.
“Asal ledakan masih dalam proses penyelidikan, namun diduga dari kebocoran gas 3 kg. Para korban dibawa ke Rumah Sakit Pindad untuk perawatan,” ujar Kompol Sumartono.
Hingga kini, penyidik Polsek Kiaracondong masih menyelidiki penyebab pasti kebocoran gas yang memicu ledakan tersebut. Dugaan sementara, gas bocor saat proses pemasangan tabung baru.
Petugas Polsek Kiaracondong memeriksa lokasi ledakan tabung gas elpiji 3 kg di Babakan Sari, Bandung, yang melukai empat warga.