Dia mengaku telah mendapat instruksi untuk segera membuat cadangan data dan memulihkan situs website KPU yang beberapa hari terakhir diserang. Termasuk juga memantau grup media sosial (medsos) yang beredar.
Agung mengungkapkan, serangan yang dilakukan peretas ini tidak menggangu jalannya sistem website KPU. Peretas hanya mengganggu bagian kecil sehingga situsnya tidak bisa bekerja optimal.
Dia menyebutkan, Polri bersama KPU akan segera memperbaiki situs yang beberapa hari terakhir terganggu akibat peretasan. Sebab, keberadaan situs tersebut sangat penting dan dinantikan masyarakat yang ingin mengakses informasi semudah dan secepat mungkin.
Diketahui, peretasan terhadap laman KPU Jabar beberapa waktu lalu sempat menghebohkan publik. Insiden itu terjadi bertepatan pada hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2018, Rabu (27/6/2018). Saat peretasan, data hasil perhitungan cepat pada Pilgub Jabar sempat berhenti bergerak dan situs tidak mampu bekerja secara optimal.