Noehrozi berharap, para penyintas gempa Cianjur selalu diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah. Semoga pascabencana ini, masyarakat Cianjur dapat bangkit dan pulih bersama menyongsong masa depan.
Kowarteg Indonesia, tutur Noehrozi, bakal terus menyalurkan bantuan serupa kepada masyarakat yang membutuhkan. "Kami akan konsisten selalu coba untuk membantu saudara-saudara kita di seluruh Nusantara ketika membutuhkan tanpa harus diminta," tutur Noehrozi.
Sementara itu, Ketua RT 02/07 Kampung Legok Sabe, Desa Pakuon Azam Jamaludin (54) mengatakan, gempa susulan yang masih terus terjadi, membuat masyarakat enggan masuk ke area bangunan dan terpaksa tidur di tenda-tenda pengungsian. Terlebih, 48 rumah warga RT2/7 rusak berat.
Azam bersama masyarakat penyintas gempa lainnya bersyukur atas bantuan logistik sembako dan gas LPG dari Kowarteg Indonesia. Bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan pangan pengungsi selama beberapa waktu ke depan.
"Alhamdulillah sangat terbantu atas bantuan Kowarteg Indonesia ini. Di pengungsian ini ada sekitar 259 orang korban gempa. Selama ini kami baru menerima bantuan dari relawan, sementara dari pemerintah belum ada," kata Azam.
Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat Gempa Cianjur, Jawa Barat sebanyak 334 jiwa, Minggu (4/12). Sementara, korban hilang dalam pencarian sebanyak delapan jiwa, luka berat mencapai 593 orang dan 49 orang masih dirawat di semua rumah sakit Cianjur.