"Ini merupakan bagian dari resilience infrastuktur atau bagian dari blue print tersebut, bagaimana infrasturktur bisa tangguh didalam mengghadipi kondisi bencana salah satunya bencana banjir ini," tutur Kepala Dinas SDA Jabar.
Dikcy mengatakan, upaya pengurangan risiko banjir harus dilakukan dengan kolaborasi pentahelix semua pihak. Termasuk peran serta masyarakat dalam pengurangan, penambahan air hujan ke saluran drainase, seperti sumur resapan dan imbuhan.
Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, kolam retensi Pasirkaliki dibangun secara permanen oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum pada 2023 mendatang. Namun karena kebutuhan mengatasi banjir mendesak, Pemkot Bandung dan Pemkot Cimahi sepakat memfungsikan kolam retensi secepatnya meski belum dipermanenkan.
Pembangunan kolam retensi ini, kata Oded, dapat dilaksanakan dengan kolaborasi berbagai pihak seperti Pemkot Bandung, Pemkot Cimahi, Pemprov Jabar, BBWS, Satgas Citarum Harum, serta pihak lainnya.
"Mudah-mudahan kolaborasi ini akan terus kita lakukan karena masih banyak 'pekerjaan rumah' yang harus dikerjakan bersama," kata Wali Kota Bandung.