Selain pengembangan dua fasilitas kesehatan tersebut, Rektor juga memandang perlunya penguatan pelayanan kesehatan secara lebih luas. Berbekal potensi yang dimiliki, Unpad mengajak Pertamedika IHC untuk berkolaborasi mendirikan rumah sakit khusus jantung (cardiac center).
“Melalui kolaborasi kami memiliki motivasi menjadi layanan kesehatan di RSGM maupun Klinik Kesehatan menjadi layanan yang excellence didukung oleh SDM yang baik dan operasional sistem yang baik,” kata Rektor.
Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat mengatakan, Indonesia perlu memperbanyak layanan rumah sakit khusus penderita jantung. Ini disebabkan, angka kesakitan jantung di Indonesia masih tinggi. Tentunya, dengan semakin banyak layanan kesehatan jantung diharapkan dapat menekan angka kesakitan jantung di Indonesia.
Di sisi lain, RS jantung saat ini masih berpusat di Jakarta. Karena itu, RS jantung yang akan didirikan di Unpad menjadi rumah sakit jantung pertama di Kota Bandung. Hal ini akan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan jantung yang prima.
“Belum ada RS khusus jantung di Kota Bandung, sehingga ini menjadi kebutuhan masyarakat yang perlu direspons oleh Unpad,” tuturnya.