Sementara itu, berdasarkan rilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu yang diunggah di akun Instagram, @bpbdindramayu pada Jumat (2/4/2021) pukul 18.00 WIB, sebanyak 2.815 jiwa terdampak kebakaran dan ledakan empat tangki di Kilang Pertamina Balongan itu.
Sebanyak 246 kepala keluarga (KK) atau 864 jiwa mengungsi di Komplek GOR Bumi Patra. Para pengungsi berasal dari empat desa terdampak kebakaran, yakni Desa Balongan, Majakerta, Tegalurung, dan Tegalurip.
Perinciannya, sebanyak 183 KK atau 698 jiwa pengungsi dari Desa Balongan, 61 KK atau 156 jiwa dari Desa Sukaurip, 1 KK atau 5 jiwa dari Majakerta, dan 1 KK atau 5 jiwa dari Desa Tegalurip.
Tidak hanya itu, kebakaran juga telah menyebabkan puluhan korban luka-luka. Tercatat, 6 korban luka berat masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dan 6 korban luka ringan dirawat di RSUD Indramayu. Adapun jumlah korban yang sudah diperbolehkan pulang sebanyak 23 orang.
Disebutkan juga bahwa penanganan penanggulangan bencana akibat terbakarnya Kilang Minyak Pertamina RU VI Balongan masih terus dilakukan, mulai dari upaya pemadaman yang ekstra dari Tim Aggressive Fire Fighting HSEE Pertamina yang sudah berhasil memadamkan tiga tanki dari empat tanki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) yang terbakar.