Berbekal persiapan matang, Lena melanjutkan studi ke Paris, Prancis. Jalan menuju Paris tentu tidak mudah. Dia sulitmencari keluarga sponsor dan proses pengajuan visa yang semua diurus sendiri. Lena bahkan harus menjual satu-satunya sepeda motor untuk dapat mengantarkannya menginjakkan kaki di Prancis.
Terhitung satu minggu sejak lulus pendidikan S-1, Lena mengadu nasib ke Negeri Napoleon Bonaparte itu. Tujuan pertama Lena adalah Centre Culturelle La Paserelle Sannois, Île de France. Di sini dia berjuang untuk mendapatkan sertifikasi kemampuan bahasa Prancis DELF B2 yang menjadi syarat melanjutkan studi S-2 di sana.
Satu tahun berlalu, DELF B2 diraih dan peluang untuk melanjutkan pendidikan di Université Saint Denis pun terbuka lebar. Namun yang mengejutkan adalah saat cita-cita sudah di depan mata, Lena justru memutuskan untuk kembali ke Tanah Air.
Kisah mengharukan terjadi saat sang ibu menghubunginya dan mengingatkan kembali janji yang pernah terucap oleh Lena kepada almarhum ayah. Lena pernah berjanji untuk mewujudkan cita-cita sang ayah untuk menjadi prajurit TNI. Saat itu Lena mengambil keputusan berat namun dikemudian hari terbukti berbuah manis.
Setelah menjalani serangkaian pendidikan militer di antaranya Pendidikan Pertama Perwira Karier TNI, Pendidikan Kecabangan Perwira Ajudan Jenderal, Pendidikan Perwira Pelatih dan Pendidikan Intelijen Tempur, Lena pun mendapatkan tugas penempatan pertama di Pusat Pendidikan Pengetahuan Militer Umum (Pusdikpengmilum) Kodiklatad di Jalan Gatot Subroto, Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi,.