Rakha berhasil masuk ITB yang menjadi kampus impiannya melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Memasuki Tahap Persiapan Bersama (TPB), Rakha merasa sedikit kesulitan untuk bersosialisasi. karena merasa minder dengan usianya yang jauh lebih muda dari teman-temannya.
Namun setelah memasuki jurusan dan himpunan, dia sudah mulai bisa bersosialisasi dan memiliki banyak teman karena tidak adanya senioritas.
Kemudian dia aktif mengikuti Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika “TERRA” ITB. Hal ini sekaligus menjadi pengalaman baru baginya, sebab saat SMA tidak aktif dalam berorganisasi. Dengan menjadi ketua wisuda, tim kaderisasi dan supervisi bidang pengembangan, Rakha menjadi lebih berkembang dan menguasai banyak soft skill.
“Dengan saya mengikuti hal kayak begitu, itu ngembangin diri saya. Saya ikutin wadah itu dan itu menurut saya itu menjadi pengalaman yang ga bisa dilupain dan mengubah hidup saya,” ujarnya dikutip dari situs ITB, Selasa (26/3/2024).
Setelah menjalani perkuliahan di Program Studi Teknik Geofisika selama beberapa tahun, Rakha menyadari dia memiliki minat di bidang pertambangan. Maka dari itu dia memutuskan untuk melanjutkan S2 Rekayasa Pertambangan ITB.