“Pendapatan saya bisa mencapai Rp15 juta sebulan jika terompet laris terjual meskipun dulu bisa sampai Rp20 juta,” katanya.
Harga satu kodi terompet bong yang dijual Marini berkisar antara Rp30.000 hingga Rp35.000. Pembeli umumnya berasal dari pedagang yang menjual terompet di warung-warung sekitar.
Marini mengaku meski produksi terompet hanya diproduksi setahun sekali, usaha ini cukup menguntungkan dan menjadi salah satu sumber pendapatan utama keluarga selama musim liburan.
"Jadi produksi terompet mah cuma Desember aja. Sehari-hari mah ya bantu usaha kakak saya. Terus setelah itu saya suka bikin mainan buat jualan juga," katanya.
Meski proses pembuatan terompet tidak sulit, Marini menyebutkan bagian paling menantang yakni pembuatan rawisan, yaitu bagian yang menghasilkan suara terompet.