Dilengkapi dengan berbagai aksesoris seperti mahkota, selendang, dan perhiasan, kebaya pengantin memancarkan aura kebahagiaan dan keanggunan sang mempelai wanita.
Istilah Mojang Jajaka merujuk pada muda-mudi Sunda yang belum menikah. Pakaian adat mereka juga memiliki keunikan tersendiri. Mojang biasanya mengenakan kebaya dengan warna cerah dan motif ceria, dipadukan dengan kain batik. Jajaka mengenakan Beskap atau jas tertutup, celana panjang, dan Bendo sebagai penutup kepala.
Lebih dari sekadar keindahan, pakaian adat Jawa Barat memiliki makna filosofis yang mendalam. Setiap potongannya memiliki arti, mulai dari kesederhanaan Pangsi, formalitas Bedahan, hingga keanggunan Kebaya. Hal ini menunjukkan hubungan erat antara busana dengan nilai-nilai budaya Sunda yang menjunjung tinggi kesopanan, kerendahan hati, dan keharmonisan.
Keunikan pakaian adat Jawa Barat menjadi warisan budaya yang patut dijaga kelestariannya. Dengan mengenali dan memaknai simbolisme di balik setiap busana, kita turut merawat kekayaan budaya yang sarat makna ini.