Kemampuan untuk bertahan dari perpecahan bangsa itu, kata dia, bukan tanpa sebab. Bangsa Indonesia memiliki alat pemersatu bangsa (national cohesion) yaitu Pancasila. Ideologi ini terbentuk secara alamiah dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Pada zaman Majapahit, Mpu Tantular dalam Kitab Sutasoma menuliskan Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrva. Mpu Tantular mengisahkan pada masa itu tidak ada perselisihan sedikit pun yang disebabkan oleh perbedaan baik agama maupun suku bangsa.
Hal ini bukti bahwa menghormati perbedaan telah diyakini nenek moyang bangsa Indonesia beratus-ratus tahun lalu.
Karena itu, kata Yoga Santosa, sangat disayangkan jika sejarah kerukunan bangsa Indonesia yang sudah tumbuh beratus-ratus tahun ini harus dihancurkan oleh kebencian.
"Semua komponen bangsa tentu tidak ingin di negara pecah. Ini tanggung jawab semua, terlebih generasi muda saat ini," ucap Yoga Santosa.