Kepala Dinas Pendidikan Garut Totong mengatakan, berkunjung ke sekolah tempat anak kembar siam itu belajar. Dalam kesempatan itu, Totong memberikan tas dan sepatu untuk kembar siam Al Putri Dewi dan Al Putri Anugrah.
Totong sempat dialog dengan keduanya. Dia sangat terharu sekaligus bahagia saat berbincang dengan anak kembar siam Al Putri Dewi dan Al Putri Anugrah. Mereka senang dan ceria bisa belajar bersama di sekolah dengan siswa lain.
"Ini luar biasa. Hari pertama masuk sekolah, mereka hadir dengan motivasi dan semangat belajar yang tinggi, meski dengan kondisi keterbatasan fisik. Semangatnya harus kita dorong," kata Totong.
Totong mengapresiasi perjuangan bapaknya, Iwan Kurniawan mengurusi kedua anak kembar siam itu hingga bisa masuk sekolah. "Ternyata ibunya sudah meninggal sembilan bulan lalu. Luar biasa perjuangan bapaknya mengurus dan mengantarkan anaknya ke sekolah," ujar Totong.
Iwan Kurniawan mengatakan, diharapkan sekolah membeda-bedakan perlakuan apalgi mendiskriminasi siswa, termasuk kepada kembar siam Al Putri Dewi dan Al Putri Anugrah.
Menurut Iwan, kembar siam Al Putri Dewi dan Al Putri Anugra telah dilakukan pemeriksaan dari awal sampai akhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat dan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ternyata, anak Iwan tidak bisa dipisahkan. "Ternyata gak bisa dipisah. Vonis akhirnya penyatuan hati," kata Iwan.