Pernah beberapa waktu, dia diduga kontak erat dengan warga terpapar Covid-19. Sehingga harus memisahkan diri, isolasi di kamar lain, karena khawatir menularkan virus itu ke anggota keluarga.
"Memang itu yang harus kita lakukan. Saya juga bilang sama suami kalau kita tidak bisa dulu tidur sekamar. Itu ngalamin beberapa kali," ujar dia.
Dengan banyaknya tantangan yang dihadapi selama pandemi Covid-19, Ahyani menilai dibutuhkan perlindungan bagi para Nakes. Mulai dari perlindungan profesi hingga dukungan sosial yang mampu membuat para Nakes bekerja lebih profesional dalam melayani publik.
"Perlindungan bukan hanya secara fisik, tetapi asuransi seharusnya juga ada. Dan dukungan dari sosial, jangan distigma tapi harus di support karena mereka memiliki kegalauan sendiri, tidak pernah ada libur dari tahun lalu, jadi pemahaman seperti itu sangat diperlukan bagi semua," kata Ahyani.