Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disparbud KBB David Oot mengatakan, Desa Cibenda menjadi rintisan desa wisata. Bahkan pada kegiatan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata yang didukung dana alokasi khusus (DAK) non-fisik dari Kemenparekraf, desa tersebut menjadi salah satu objek studi lapangan oleh peserta dari kelompok sadar wisata (pokdarwis), komunitas pariwisata, dan para kepala desa.
"Desa Cibenda menjadi rintisan desa wisata yang sangat baik, karena sinergitas desa dan Pokdarwisnya. Kemarin saya sempat ajak peserta pelatihan untuk melihat langsung pengembangan wisata di sana," kata David Oot.
Menurut David, di KBB saat ini terdapat sebanyak 16 desa wisata. Tersebar seperti di Lembang, Parongpong, Cisarua, serta di selatan dan barat KBB.
David optimistis kehadiran desa wisata ke depan akan lebih berkembang lagi mengingat potensi yang dimiliki 165 desa di KBB sangat banyak.
Beberapa desa wisata di KBB juga sudah menorehkan prestasi di tingkat nasional. Seperti Pokdarwis Desa Gunungmasigit tahun 2017 jadi juara dua tingkat nasional kategori Pokdarwis.
Kemudian Desa Wisata Cibodas yang jadi juara keempat dalam tata kelola home stay. "Pelatihan yang disupport Kemenparekraf dan Disparbud diharapkan menambah wawasan pokdarwis, komunitas pariwisata, dan kepala desa, dalam mengelola desa wisata agar bisa lebih berkembang," ujarnya.