Muhammad Amin Sulthoni menyatakan, panel surya dipilih karena Indonesia merupakan negara yang terletak di khatulistiwa. Sehingga, seluruh wilayah Indonesia mendapat sinar matahari sepanjang tahun.
"Pada kondisi cuaca mendung, hujan atau malam hari, ketika panel surya tidak mampu menyuplai daya, digunakan tambahan generator putar yang digerakkan tenaga manusia seperti mengayuh sepeda (digowes)," ujar Muhammad Amin Sulthoni.
"Dengan hadirnya Energia, diharapkan pembelajaran jarak jauh dapat terlaksana dengan lebih baik. Energia berkontribusi menyiapkan sumber daya manusia unggul mendukung Indonesia Emas 2045," tuturnya.
Keunggulan Energia:
• Portabel
Bobot EMS Energia hanya 5.3 kg dengan dimensi yang ringkas dan volume 12L.
• Pengisian daya dari 2 sumber pembangkit simulta
Digunakan panel surya dan generator putar tenaga manusia. Ketika cuaca berawan atau malam hari, pengisian daya Energia dapat dilakukan dari generator putar.