Keren, Pakar ITB Ciptakan Energia, Pembangkit Listrik Portabel Dukung PJJ di Daerah Tertinggal

Agus Warsudi
Tim pakar ITB yang menciptakan Energia, pembangkit listrik portabel. (FOTO: ISTIMEWA/ITB.ac.id)

Muhammad Amin Sulthoni menyatakan, panel surya dipilih karena Indonesia merupakan negara yang terletak di khatulistiwa. Sehingga, seluruh wilayah Indonesia mendapat sinar matahari sepanjang tahun. 

"Pada kondisi cuaca mendung, hujan atau malam hari, ketika panel surya tidak mampu menyuplai daya, digunakan tambahan generator putar yang digerakkan tenaga manusia seperti mengayuh sepeda (digowes)," ujar Muhammad Amin Sulthoni.

"Dengan hadirnya Energia, diharapkan pembelajaran jarak jauh dapat terlaksana dengan lebih baik. Energia berkontribusi menyiapkan sumber daya manusia unggul mendukung Indonesia Emas 2045," tuturnya.

Keunggulan Energia:

• Portabel
Bobot EMS Energia hanya 5.3 kg dengan dimensi yang ringkas dan volume 12L.

• Pengisian daya dari 2 sumber pembangkit simulta
Digunakan panel surya dan generator putar tenaga manusia. Ketika cuaca berawan atau malam hari, pengisian daya Energia dapat dilakukan dari generator putar.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pakar ITB Soroti Fenomena Lubang di Persawahan Cikalongwetan KBB, Begini Pendapatnya

57 tahun lalu

Anak Ridwan Kamil Hanyut di Sungai Aaree Swiss, Civitas Akademika ITB Turut Prihatin

57 tahun lalu

Pertama di Indonesia, ITB Punya Alat Kalibrasi Pengukur Batas Negara 

57 tahun lalu

Viral Nikuba, Ahli ITB Sebut Tak Mungkin Air Jadi Sumber Energi Tanpa Campuran Lain

57 tahun lalu

Ciptakan Aplikasi eFishery, 2 Pemuda Lulusan ITB Jadi Penyelamat Pembudidaya Ikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal