Ketua Tim PKM-K Unpad Nariswari mengatakan, Taborai memanfaatkan limbah bonggol jagung sebagai bahan baku utama. “Bonggol jagung mengandung banyak zat organik non volatil sehingga cocok dijadikan sumber arang, karena mampu menyerap radikal bebas yang 3-7 kali lebih kuat,” kata Nariswari.
Tim telah menguji efektivitas produk dengan hasil menunjukkan tingkat pemurnian yang memuaskan. Minyak bekas penggorengan yang semula berwarna coklat tua dapat kembali lagi menjadi seperti semula. Selain itu, minyak bekas penggorengan juga menjadi lebih jernih.
Nariswari menyatakan, sinergi antara arang aktif dan komponen lainnya dapat mengeliminasi kekeruhan dan aroma yang tidak sedap. Taborai dikemas dalam kemasan standing pouch sehingga praktis dibawa ke mana saja.
Penggunaannya cukup praktis, yaitu dengan memasukkan tablet ke dalam minyak yang dipanaskan dengan api kecil, kemudian masukkan serbuk bleaching earth dan ditunggu selama 24 jam untuk memperoleh hasil pemurnian yang maksimal.
Harga produk dibanderol Rp5.000,00 untuk kemasan 45 gram (penggunaan 500ml) dan Rp8.000,00 untuk kemasan 90 gram (penggunaan 1.000ml).
Taboria tersedia di e-commerce, yaitu, Tokopedia dan Shopee dan dapat juga untuk melihat berbagai konten edukasi dan informatif terkait Taborai di sosial media Instagram, TikTok , YouTube, dan Facebook dengan nama username Taborai.id.