Sebagai bagian dari investigasi, sampel makanan dari dapur penyedia MBG serta muntahan korban telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jabar untuk diuji.
"Normalnya hasil laboratorium keluar dalam dua pekan, tapi kami sudah meminta percepatan minimal satu minggu. Alhamdulillah, pihak Dinkes Provinsi Jabar merespons positif. Mudah-mudahan hasilnya bisa segera diketahui," kata Yusman.
Dia menambahkan, sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi selama 6 jam di fasilitas kesehatan.
"Selain ditetapkan sebagai KLB, kasus ini menjadi perhatian berbagai pihak karena diduga berkaitan dengan program MBG," ucapnya.
Dinkes Cianjur mengimbau masyarakat, khususnya pihak sekolah dan penyedia makanan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa demi mencegah kejadian serupa.