Kepala BNPT Ungkap Penyebab Kantor Polisi Jadi Sasaran Serangan Teroris

Agus Warsudi
Kepala BNPT Komjen Pol Rafli Amar saat meninjau Mapolsek Astana Anyar yang jadi sasaran serangan teroris. (FOTO: ISTIMEWA)

BANDUNG, iNews.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengungkap penyebab kantor polisi dan anggota Polri kerap jadi sasaran serangan teroris. Menurut Boy Rafli Amar, itu terjadi karena kelompok teroris ingin membalas dendam.

Beberapa serangan teroris, kata Kepala BNPT, menyasar kantor kepolisian. Berangkat dari peristiwa ini, menjadi pembelajaran sangat penting bagi kepolisian itu untuk tetap waspada.

"Kenapa yang menjadi sasaran adalah kepolisian? Memang selama ini di kalangan kelompok pelaku terorisme, kepolisian lah yang dianggap terdepan menjadi ancaman bagi mereka," kata Kepala BNPT saat meninjau Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kamis (8/12/2022).

Para pelaku teror, kata Komjen Boy Rafli Amar, selalu mengingat proses penegakan hukum yang dilakukan terhadap kelompok atau jaringan terorisme dilakukan oleh kepolisian.

"Jadi secara psikologis di kalangan mereka (kelompok teroris) ini menjadikan unsur kepolisian sebagai target untuk balas dendam. Ini tentu sangat kita sayangkan terjadi. Apalagi kembali ada yang gugur, termasuk juga korban ada yang di antaranya adalah warga masyarakat yang sedang membuat laporan di kantor kepolisian," ujarnya.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

6 Tahanan Polsek Astana Anyar Dipindahkan ke Mapolrestabes Bandung

57 tahun lalu

Warga Trauma Bom Bunuh Diri Kembali Terjadi di Polsek Astana Anyar

57 tahun lalu

Pascabom Bunuh Diri di Astana Anyar, Layanan Kepolisian Dialihkan ke Polsek Terdekat

57 tahun lalu

5 Fakta Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Nomor 4 Pelaku Warga Cibangkong

57 tahun lalu

Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Tiba di RS Bhayangkara Sartika Asih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal