Kepala Kemenag KBB menuturkan, pesantren kilat itu bisa dilakukan lantaran kepala sekolah lebih mengetahui persis kondisi di lingkungan sekolah masing-masing. Substansi dari pesantren kilat adalah bagaimana aktivitas di bulan Ramadhan dititikberatkan pada pendidikan kerohanian.
Berdasarkan pendataan terakhir di madrasah yang ada di KBB saat ini, sudah hampir 80 persen yang sudah divaksin. Bahkan sudah ada yang mulai vaksin booster. Sehingga pelaksanaan PTM sudah dilaksanakan meski masih diatur 50 persen karena KBB masih menerapkan Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.
"Selama ini PTM dibagi dalam dua shift. Shift pertama yang MI kelas 1, 2 dan 3 masuk pagi. Ketika mereka pulang diganti sama kelas 4, 5 dan 6. Itu sudah berjalan sejak PPKM diterapkan," tutur Kepala Kemenag KBB.