"Ini baru nyoba, tapi kata orang-orang banyak ikannya. Makanya saya coba dan gratis. Kita bebas mancing sepuasnya," kata Asep.
Bagi dia, Bandung memang butuh ruang terbuka yang bisa dipakai untuk melepas penat. Mancing secara bebas dan menikmati indahnya kemegahan masjid. "Jarang ada ruang terbuka seperti ini, apalagi bisa dipakai mancing," ujar dia.
Tak hanya untuk mancing, tidak sedikit warga luar kota yang datang ke Masjid Al Jabbar untuk melihat kemegahannya dari luar. Seperti yang dikatakan warga Jakarta, Lucky. Dia sengaja ingin melihat masjid ini, sembari bersilaturahmi ke rumah saudaranya di Cibiru.
Selama ini, dia mendapat informasi masjid ini dari internet. Disebutkan sebagai Masjid Terapung yang didesian oleh Ridwan Kamil, kala itu saat menjabat sebagai Wali Kota Bandung. "Memang bangunannya cukup unik dan besar sekali. Tapi sayang belum selesai," ujar dia.
Tapi, kesempatan itu tak disia-siakannya. Dia besama keluarga memilih melakukan swafoto dari luar masjid. Tak kurang dari 15 menit, dia pun kembali melanjutkan perjalanan mengeksplorasi Kota Bandung.
Diketahui, kendati tampak seperti satu bangunan, masjid ini memiliki beberapa lantai dan ruangan. Ruang salat akan ada di lantai 1 yang mampu menampung 9.822 jamaah. Kemudian ruang salat lantai Mezzanine untuk 3.188 jamaah, ruang selasar menampung 3.627 jamaah, dan Plaza mampu menampung 16.637 jamaah.
Di Masjid Al Jabbar ini, juga akan dibangun museum sejarah Nabi Muhammad SAW di lantai dasar. Museum ini diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan datang ke Bandung. Nama Al Jabbar diambil dari nama Asmaul Husna yang artinya Maha Gagah.