Hal itu terjadi karena gaya hidup dan makanan tidak sehat. Lalu apakah harus menghindari beberapa makanan? "Masyarakat tetap boleh mengkonsumsi makanan dengan konsep nikmati, batasi, dan imbangi. Artinya boleh makan dengan wajar dengan tetap diimbangi aktivitas fisik," ujar Hermawan Susanto.
Sementara itu, pembicara lain, Wahyu Wihartono mengatakan, masyarakat perlu mengenali apa itu struk. Ini adalah penyakit di pembuluh darah yang kejadiannya sangat mendadak. Salah satunya sumbatan ataupun pendarahan.
Pembuluh darah mengalami sumbatan dan mengganggu fungsi otak sehingga menyebabkan kematian dan kecacatan. “Sehingga kita perlu cegah, perlu selamatkan diri sendiri, dan semua orang untuk mencegah gejala-gejala dari penyakit stroke,” kata Wahyu Wihartono.
Wahyu Wihartono menyatakan, gejala stroke dapat dikenali dari wajah. Saat stroke, kondisi wajah pasien tidak simetris. Kemudian gejala separuh anggota badan, terutama lengan atau tungkai mengalami kelemahan. Gangguan bicara seperti pelo.
Jika terdapat ciri-ciri ini, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. “Penanganan segera ini pada pembuluh darah yang mengalami kelainan sehingga mengakibatkan gangguan fungsi yang disebut dengan stroke,” ujarnya.
Dia mengajak kepada masyarakat untuk sama-sama menyelamatkan diri dari serangan stroke, karena stroke terjadi kapan saja. Selain menyebabkan kematian, stroke juga menjadi penyebab kecacatan nomor 1. Mau tidak mau, kata dia, perlu mencegah gangguan fungsi yang nantinya akan mengganggu semua kegiatan dan aktivitas.
Data WTO pada 2019 tercatat, satu di antara 6 orang terkena stroke di seluruh dunia. 3 tahun kemudian justru data tersebut terus. Dia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tetap menjaga pola hidup sehat.