"Selain pembangunan kereta cepat kehadiran perumahan Eco Living juga imbasnya ke kompleks Taman Bunga. Sebab kawasan itu dulunya adalah kebun dan daerah resapan air, namun sekarang dibangun rumah, makanya harus dicek izinnya terkait analisis dampak lingkungannya," ujar Dadang.
Sementara itu, Sekretaris Desa Cilame Yayat Ruhiyat mengatakan, menerima aspirasi yang disampaikan warga dan pihak sekolah. Sebenarnya keluhan warga itu sudah diteruskan oleh desa ke berbagai pihak terkait termasuk ke PT KCIC.
Namun memang belum ada respons sehingga pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan panjang lebar ke warga. "Kita menerima aspirasi warga dan ke depan akan memprioritaskan bagaimana untuk segera mencari solusi untuk perbaikan drainase dan sekolah, agar aktivitas belajar siswa tak terganggu," kata Sekdes Cilame.